MENGGALI INFORMASI DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF

MENGGALI INFORMASI DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF

Pagi ini mama kelabakan karena siang ini uang dilaci lemari terlihat berserakan dan ada 150ribu yang hilang. Padahal tadi pagi masih tersimpan rapi di amplop.  Sudah berusaha crosscek dengan mbak Tri, tapi mbak tri sama sekali nggak tahu perihal uang itu. Coba adik, dia hanya menggeleng acuh. Ah perasaan jadi tidak enak … siapa yang melakukanya.
Sore saat kewarung, tetangga pemilik warung cerita kalau adek tadi siang kewarung bawa uang 50ribu. Tapi pemilik warung menolak karena uang terlalu besar. Dan ternyata adek kembali lagi ke warung dengan membawa uang 100ribu. “ Tentu saja saya tolak bu, uangnya kegedean, saya nggak punya kembalian” kata pemilik warung. Astaghfirullah adek …. Darimana dia dapat uang itu, apakah uang yang ada di laci lemari? Kok dia ambil uang tanpa ijin ya … hati saya semakin galau…
Mama : “Adek … sini dong nak mama mau bicara…(menahan emosi )
                Tadi ibu gilang cerita katanya adek jajan ke warung bawa uang 50ribu, beneran dek?”
Adek : “ emmm … iya”
Mama: “Adek dapat uang dari mana sebanyak itu?”
Adek : “Adek nemu uang di lemari, tapi uangnya nggak laku mah kata ibu Gilang uangnya nggak bisa buat beli “(dengan polosnya dia bercerita karena belum mengerti nilai uang)
Mama: “Astaghfirullah adek, kok adek tidak minta uang jajan ke mama?”
Adek : “Kan kata mama makan siang dulu tapi aku mau jajan dulu baru makan.
Mama :” Tapi sebaiknya adek minta uang ke mama, tidak ambil uang tanpa seijin mama. Apalagi itu uang milik arisan ibu-ibu komplek bukan milik mama”.
Adek: “Ntar kalau minta mama adek suruh makan dulu … nggak mau ah”
Mama: “ Masya Allah adek … memangnya adek mau beli jajan apa?”
Adek : “mau beli wafer  **bati , harganya dua ribu mah.
Mama: “ Janji yaaa sesudah jajan terus makan siang. Dan tidak mengulangi lagi ambil uang mama tanpa ijin”
                Adek: “iyaaa mamaa”
                Mama: “ini uangnya (saya beri uang 50ribu)
                Adek: “Nggak mau yang itu ah, kan uang yang itu(50ribu) nggak bisa dipake beli mah, maunya yang 2ribu aja”
                Mama: “eit tapi uang mama yang 150ribu kamu taruh mana?
                Adek: “ Tadi aku lempar di deket rak sepatu, habisnya uangnya kan nggak laku …. (sambil lari kewarung bawa uang 2 ribu)
                Mama: “Ya ampun adeeeeek …. *tepok jidat




Komentar