Postingan

Melarang karena sayang

Mama :"Masya Allah abang banyak sekali makanya, laper bang?" Abang: "Laper mah ... tadi aku habis lari-larian di sekolah" Mama:" Kan abang sudah bawa bekal makan siang" Abang:" Sudah laper lagi ... he he " Mama: " Ngomong-ngomong ini sudah nambah berapa kali?" Abang:" Sudah 3x mah ... habis ada sambel sih jadi mantap" Mama: "Waah masya Allah abang benar-benar penggemar sambel. Tapi sepertinya abang terlalu berlebihan. Lambung terlalu penuh kurang bagus untuk pencernaan. Allah tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan. Abang:"iya mah, boleh nambah dikit lagi nggak mah?" Mama:" Maaf abang sepertinya makan abang sudah lebih dari cukup, sisakan ruang untuk air. Kalau terlalu kenyang pasti lambung rasanya juga tidak nyaman. Abang: "ya udah ... tapi nanti malam masih boleh makan lagi nggak?" Mama:"lho kan abang sudah makan sore ... biarkan lambung istirahat dulu, baru besok pag...

Mengikat kata dengan komunikasi produktif

 Sore itu kakak dan adek berantem gara-gara masalah sepele. Ujung-ujungnya saling ejek dan labelling ... Abang : "Dasar adek cengeng ... dikit-dikit mama ... dikit-dikit ayah ... " Adek :" Daripada abang si endut kebanyakan makan"  Abang: " Adek tuuh kurus kaya lidi " Adek :" mamaaaaaaa.... abang tuuu ngeledek teruuusss" ... Mama: " abang ... adek ... ayo nak sebenarnya mama tau kalian saling sayang, buktinya kalau salah satu nggak ada pasti nyariin ...  Tapi giliran ketemu kok ledek-ledekan sih ...  Abang :"adek tuh yang duluan " Mama: " sudah abang, gunakan kesempatan untuk main bersama. Perkataan yang baik pasti mendapat pahala di sisi Allah ... Ayo maafan  Adek : " Tapi adek di katain kurus maaa " Mama : "mau kurus mau gemuk bagi mama yang penting anak mama semua sehat ...  Mama: " ayo maafan dong ... dan ucapkan hal yang baik yaaa       Alhamdulillaah akhirn...

MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF(2)

MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF(2)                                 Besok pagi abang dan adek mau pergi sama mama ke bandung, kali ini ayah tidak ikut karena ayah masih diluar kota. Kita akan berangkat dengan bus rombongan wisata ibu-ibu komplek. Mama: “Abang … adek … yuk kita beres-beres untuk persiapan  kita ke Bandung … kira-kira apa saja yaa yang harus di bawa?” Abang: “ Aku mau bawa buku mah, untuk jaga –jaga kalau macet kan bisa baca buku biar nggak bosen” Adek: “ mau bawa jajan **bati “ Mama : “ Boleeeh tapi kita harus persiapkan dulu barang yang lebih penting, seperti  baju n, bekal makanan, minum yang cukup, jaket, mantel dan payung untuk jaga-jaga kalau hujan. Yuk kita siapkan sekarang ….” Abang : “ Aku nggak usah baju aja ya ma, aku kan nggak muntah” Mama :” iya nak, tapi kita kan nggak ...

MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF

MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF                 Pagi ini berjalan seperti biasa, tiba- tiba ada pesan WA masuk dari mbak Tri tetangga dekat rumah yang bekerja sebagai khodimah dirumah kami. “ Bu saya hari ini tidak bisa kerja, sedang tidak enak badan”. Padahal hari ini kita mau keluar kota, kondisi rumah masih berantakan nih … hmm musti kerja cepat nih. Mama : “Ayah, abang , adek … pagi ini mbak Tri nggak masuk. Padahal kita harus berangkat keluar kota. Dan kita tidak bisa meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan . Kira-kira apa solusinya yaa… Abang : “Aku bantu mama beresin tempat tidur deh” Mama: “Alhamdulillaah, terima kasih abang…, kalau adek mau bantu mama apa nih?” Adek : “ beresin tempat tidur” Mama: “Kan sudah ada abang yang beresin, bagaimana kalau adek bantu mama jemurin baju aja” Adek : “ Ya … ya … ya , jemur baju ajaa” Mama: “Terima kasih adeek”   ...

MERENGKUH HATI DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF

MERENGKUH HATI DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF                                 Akhir pekan ini komplek RT di perumahan kita mengadakan tour bersama keluarga menggunakan bus. Kebetulan suami bisa ikut, padahal biasanya jarang dirumah karena tugas luar kota. Ini kesempatan untuk bisa family time. Gibran : “Abang nggak mau ikutan, aku mau main kerumah teman aja” (kata abang tiba-tiba) Mama: “kok nggak ikut … ayah aja ikut kok, semua tetangga juga ikutan pasti seru …” Gibran: “Aku pengenya main kerumah Haidar aja, kan di rumah juga ada mbak Tri yang nemenin” Mama : “Tapi nak justru sekarang kesempatan kita untuk bisa berlibur bareng sama ayah, kan kamu tau sendiri ayah sibuk dan sering keluar kota” Gibran : “Tapi aku sudah janjian sama Haidar mah, minggu lalu kan nggak jadi kerumah Haidar gara-gara mama ada acara nggak bisa a...

MENGGALI INFORMASI DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF

MENGGALI INFORMASI DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF Pagi ini mama kelabakan karena siang ini uang dilaci lemari terlihat berserakan dan ada 150ribu yang hilang. Padahal tadi pagi masih tersimpan rapi di amplop.  Sudah berusaha crosscek dengan mbak Tri, tapi mbak tri sama sekali nggak tahu perihal uang itu. Coba adik, dia hanya menggeleng acuh. Ah perasaan jadi tidak enak … siapa yang melakukanya. Sore saat kewarung, tetangga pemilik warung cerita kalau adek tadi siang kewarung bawa uang 50ribu. Tapi pemilik warung menolak karena uang terlalu besar. Dan ternyata adek kembali lagi ke warung dengan membawa uang 100ribu. “ Tentu saja saya tolak bu, uangnya kegedean, saya nggak punya kembalian” kata pemilik warung. Astaghfirullah adek …. Darimana dia dapat uang itu, apakah uang yang ada di laci lemari? Kok dia ambil uang tanpa ijin ya … hati saya semakin galau… Mama : “Adek … sini dong nak mama mau bicara…(menahan emosi )          ...

SALING PENGERTIAN DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF

SALING PENGERTIAN DENGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF Ayah: “Mama kok sudah rapi, mau kemana? Mama: “ Masya Allah … mama lupa minta ijin ayah kalau mama hari ini ada pertemuan sekali dengan semua pengajar di tempat kerja mama” Ayah: “Hari ini kan weekend, lagian ayah kan jarang dirumah. Masa sekalinya pas dirumah kok mama malah keluar rumah?” Mama : “Masya Allah iya yah … mama minta maaf karena kemarin lupa kasih tahu kalau hari ini ada acara di kerjaan mama, tapi mama tidak bisa ijin karena semua pengajar harus hadir semua hari ini.” Ayah: “Memangnya acara sampai jam berapa?” Mama: “Kemungkinan sampai habis ashar yah …” Ayah : “Anak-anak gimana?” Mama: “ Mama sudah siapkan sarapan sekalian untuk makan siang, semua ada di meja makan.” Ayah :  “ Ya sudah, tapi nanti siang ada break makan siang kan … “ Mama : “Tentu saja yah … memangnya kenapa?” Ayah: “Nanti pas break makan siang mama pulang sebentar bisa kan , ayah pengen makan di temenin mama. Mama : “ Masya Alla...